Berita


Masjid ISTIQLAL Resmi Jadi UPZ (Unit Pengumpul Zakat) BAZNAS

diposting pada tanggal oleh Baznas Batam

Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA secara simbolis menyerahkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) kepada Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Bahrul Hayat, saat peresmian UPZ BAZNAS Masjid Istiqlal, di Jakarta, Kamis (17/5/2018). (FOTO: Istimewa/BAZNAS)

BAZNAS meresmikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Istiqlal, Jakarta pada Kamis (17/05) untuk menghimpun zakat, infak dan sedekah (ZIS) karyawan dan umat muslim yang beribadah di masjid negara tersebut.

Peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Ketua BAZNAS yang langsung diberikan oleh Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA kepada Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Bahrul Hayat.

Menurut Bambang, salah satu tujuan pembentukan UPZ untuk mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak dan sedekah, masyarakat dapat memilih kanal pembayaran paling mudah dijangkau dalam aktivitasnya sehari-hari.

Bambang berharap, UPZ di Masjid Istiqlal menjadi contoh pengelolaan zakat di masjid-masjid seluruh Indonesia.

“Ke depan, masjid-masjid dapat resmi menerima zakat dengan menjadi UPZ di wilayah BAZNAS masing masing,” katanya.

Dengan menjadi UPZ, maka masjid-masjid tersebut memiliki kewenangan untuk mengeluarkan bukti setor zakat yang dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak.

“Kerja UPZ telah mempunyai standar, sistem dan prosedur sehingga upaya pelayanan mustahik dan penanggulangan kemiskinan melalui zakat, infak dan sedekah bisa lebih terukur,” katanya.

UPZ BAZNAS ialah satuan organisasi yang dibentuk oleh Badan Amil Zakat dengan tugas mengumpulkan zakat di desa/kelurahan, instansi-instansi pemerintah dan swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pendiriannya diamanatkan dalam UU No. 23 tahun 2011 dan Peraturan BAZNAS No 2 tahun 2016.

Sebelum membentuk UPZ, Masjid Istiqlal telah mengumpulkan zakat dari umat. Pendirian UPZ ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan profesionalitas pengelolaan zakat di masjid tersebut.

Dengan menjadi UPZ, para amil yang selama ini mengelola zakat jamaah Masjid Istiqlal juga dapat mengikuti berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya.

Saat ini BAZNAS RI telah membentuk 104 UPZ di tingkat pusat, mulai dari Masjid, kementerian dan perusahaan swasta.

BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/ Kita terus didorong untuk membentuk UPZ di wilayahnya masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Bahrul Hayat juga menyerahkan dana bantuan untuk krisis kemanusiaan Rohingya yang dikumpulkan dari para jamaah Masjid Istiqlal melalui BAZNAS sebesar Rp216 juta. BAZNAS memiliki berbagai program untuk membantu muslim Rohingya yang tersebar di beberapa negara. Sebelumnya BAZNAS telah menyalurkan bantuan makanan dan mobil kesehatan untuk pengungsi Rohingya.

Selama Ramadan 1439 H, BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp54 miliar. Sementara untuk BAZNAS se-Indonesia ditargetkan penghimpunan sebesar Rp 3 triliun.

Total Penyaluran Program Pendidikan BAZNAS Tahun 2017

diposting pada tanggal 2 Mei 2018 19.00 oleh Baznas Batam   [ diperbarui2 Mei 2018 19.10 ]


Total penyaluran program pendidikan Baznas 2017 Rp 18,7 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendidikan menjadi salah satu fokus pendistribusian zakat. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2018, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menebar program dan kegiatan untuk membantu stakeholder di dunia pendidikan. Direktur Pendistribusian Baznas Mohd Nasir Tajang menyampaikan, Baznas memberikan donasi Rp 145.030.000 untuk beasiswa, pengadaan sarana prasarana, pelatihan guru, pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan sebagainya.

Dalam rangka Hardiknas, Baznas menggelar banyak kegiatan, seperti peluncuran dan pembagian 1.000 buku, pengumuman hasil seleksi siswa baru Sekolah Cendekia Baznas (SCB), siswa Sekolah Tahfidz SCB dan penerima Beasiswa Cendekia Baznas 2018.

"Sebagai puncak acara peringatan Hardiknas, Baznas menggelar apel pendidikan dan pelatihan bagi guru," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id.

Acara ini dipusatkan di Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Acara itu dihadiri Bupati Kendal, dr Mirna Annisa M.Si, Ketua Baznas Kabupaten Kendal, KH Moh Ubaidi dan Kepala Bagian Sosial Divisi Pendistribusian BAZNAS, Budi Setiawan.

Pemilihan desa tersebut karena merupakan binaan program Zakat Community Development (ZCD) Baznas. ZCD merupakan program pengentasan kemiskinan secara integral dan menyeluruh, baik aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah dan lingkungan hidup.

Dia mengatakan, Baznas berkomitmen besar dalam hal peningkatan mutu pendidikan, terutama di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). "Dalam kegiatan tersebut, Baznas menyerahkan bantuan senilai Rp 145.030.000 untuk para pejuang pendidikan," katanya.

Dana tersebut diperuntukkan bagi beasiswa, pengadaan sarana prasarana pendidikan dan pelatihan guru. Kemudian juga pembangunan MI Al-Islam Bringinsari yang sekaligus dilakukan peletakan batu pertama.

Desa Bringinsari dipilih karena berdasarkan hasil survei termasuk kategori daerah tertinggal. "Para wali murid di daerah ini, mayoritas petani dan hidup dalam kemiskinan," kata dia.

Nasir menyebutkan, selain di Jawa Tengah, Baznas juga menggelar kegiatan di Sekolah Cendekia Baznas (SCB), Desa Cemplang, Kampung Cirangkong, Kecamatan, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (2/5).

Di sana, Baznas mengadakan talk showdan bedah buku bertema Membangun Karakter, Mengoptimalkan Potensi karya tenaga pendidik dan siswa SMP Cendekia BAZNAS. Tampil sebagai narasumber, anggota Baznas Nana Mintarti, penulis kondang Syahrudin El Fikri dan perwakilan penulis dari tenaga pendidik SCB, Siti Sahauni dan Naila Rahma Maulida yang mewakili siswa SCB sebagai penulis cerita fabel.

Baznas mencetak dan menyebarkan 1.000 buku yang ditulis dalam dua judul dan dibuat oleh tim tenaga pendidik dan para siswa SCB. Buku yang ditulis oleh tim tenaga pendidik berisi pengalaman membangun karakter dan meneningkatkan potensi siswa. "Sementara buku kumpulan fabel, ditulis para siswa kelas tujuh dengan tema tentang persahabatan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Baznas juga mengumumkan hasil seleksi siswa baru SCB, Sekolah Tahfidz SCB dan penerima Beasiswa Cendekia Baznas 2018. Beasiswa diperuntukkan bagi mahasiswa mustahik di delapan kampus dan di kampus lain yang berakreditasi minimal B.

Dia memaparkan, pendaftaran calon penerima Beasiswa Cendekia Baznas untuk kampus yang berakreditasi minimal B ditutup Senin, 30 April 2018 lalu. Seleksi diikuti 26.594 pendaftar dengan kuota 400 penerima manfaat.

Untuk seleksi beasiswa di delapan kampus, diikuti 2.065 pendaftar, yakni Universitas Indonesia (UI) 200 mahasiswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) 48 mahasiswa, Institut Pertanian Bogor (IPB) 312 mahasiswa. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta 181 mahasiswa, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya 54 mahasiswa.

Selanjutnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 219 mahasiswa, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar 558 mahasiswa dan Universitas Andalas (Unand) Padang 493 mahasiswa. "Proses seleksi dilakukan dengan bekerja sama dengan 8 kampus tersebut dan diumumkan 2 Mei," kata Nasir.

Untuk para calon siswa SCB, tambah dia, seleksi diikuti 231 peserta dengan kuota 64 orang yang terdiri atas 32 putra dan 32 putri. "Kriteria lulus seleksi meliputi administrasi, akademik, psikotes, wawancara dan data faktual terkait kriteria yatim dan dhuafa atau asnaf fakir dan miskin," ucap Nasir.

Bagi yang lolos seleksi, akan mendapatkan fasilitas pendidikan di SMP Cendekia Baznas. Selain biaya pendidikan ditanggung Baznas selama tiga tahun, para siswa juga mendapatkan akomodasi asrama sehingga pulang hanya diperbolehkan sekali dalam setahun, yakni saat libur Hari Raya Idul Fitri.

Nasir menjelaskan, Sekolah Tahfidz Cendekia Baznas diikuti 103 pendaftar dengan kuota 50 siswa, 45 putra dan 15 putri. "Mereka dites tilawah Alquran, psikotes dan wawancara. Para pendaftar ini berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa tengah, NTB, Sumatera Utara, Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Papua Barat," ujar dia.

Nasir menyebutkan, kriteria santri Sekolah Tahfidz Baznas adalah, putra dan putri alumni SMA, MA, SMK, pondok pesantren dan sederajat tahun 2016, 2017 dan 2018. "Mereka harus lulus seleksi dan bersedia tinggal di asrama selama dua tahun program. Mereka mendapatkan fasilitas konsumsi, kesehatan, alat mandi, asrama," kata dia.

Nasir menuturkan, total Beasiswa Cendekia Baznas mencapai Rp 7,9 miliar dengan 628 penerima manfaat, bantuan biaya pendidikan Rp 7,1 miliar dengan 11.720 penerima manfaat, bantuan dana pembangunan Rp 2,1 miliar untuk 6.531 penerima manfaat langsung pada 47 lembaga.

"Evaluasi bantuan dilakukan dengan Social Return On Investment (SROI)," tutur dia. Menurut Nasir, Baznas juga mengalokasikan Rp 300 juta untuk program pelatihan kapasitas guru yang diikuti 227 guru untuk 12 kali pelatihan di berbagai daerah di Indonesia.

"Juga ada Rp 1,1 miliar untuk pelatihan guru yang diikuti 1.740 guru, di mana mereka mendapatkan bantuan kafalah 600 ribu rupiah per bulan," kata dia. Seraya menyebutkan total penyaluran program pendidikan Baznas 2017 mencapai Rp 18,7 miliar untuk 21.181 penerima manfaat.

Robohnya TPA Al Mujahidin P. Seraya - Sekupang

diposting pada tanggal 28 Mar 2018 07.06 oleh Baznas Batam

Robohnya TPA Al Mujahidin P. Seraya - Sekupang



www.baznasbatam.com.

Dummm! Suara keras itu membuat warga berdatangan dan jamaah shalat subuh berhamburan. Tepatnya 10 menit usai shalat subuh di masjid Al Amin Pulau Seraya, pagi tadi Rabu, 28 Maret 2018 bangunan serbi masjid yang biasa dipakai sebagai sarana belajar TPA atapnya roboh. Kayu-kayu penopangnya lapuk, atap asbes pun sudah banyak yang bocor. Kondisi ini sebenarnya sdh diketahui oleh Pak Amrin, takmir masjid dan pengurus TPA Al Mujahidin sehingga anak-2 sementara berhenti belajar karena keadaan ruangan TPA yang berukuran 4 meter kali 15 meter membahayakan yang  sewaktu-2 atap untuk bangunan TPA tsb bisa roboh. Kejadian tersebut akhirnya terjadi. Untung korban tidak ada.

Kini Pak Amrin dan warga    terpaksa harus segera memperbaiki bangunan tersebut agar anak-anak bisa segera belajar kembali, namun apa daya kemampuan tidak ada.

BAZNAS Kota Batam melalui tim ZCD - Zakat Community Development  akan segera melakukan rehabilitasi sarana TPA tersebut . Perkiraan sementara kebutuhan dana awal sekitar Rp.7 (tujuh) juta. Kami juga mengajak semua pihak dapat berpatisipasi dalam program ini.

Uluran tangan anda para donatur, mukhsinin akan  membuat anak-2 Pulau Seraya tersenyum bisa mengaji, belajar agama kembali. 

Silakan donasi bisa  disampaikan via BAZNAS Kota Batam di rekening berikut :
> BTN Syariah - 7351000995
> Bank Riau - 106.11.11104
> Bank Riau Kepri Syariah - 8240600009
> Bank Mandiri - 109.00.0008621.5
> Bank CIMB Niaga Syariah - 5540100003000
> BNI - 62249273

Telp. 0778-477504, Whatsup 085374538183, 081276911112.

Tim ZCD BAZNAS Kota Batam
Komp. Graha Kadin Blok C/9, Batam Center.

Pemerintah tak akan Gunakan Satu Rupiah Pun Dana Zakat

diposting pada tanggal 9 Mar 2018 12.14 oleh Baznas Batam

(Foto: kemenag.go.id)
Menag Lukman Hakim memberi arahan dan membuka Mudzakarah Zakat Nasional 2018 (Foto: kemenag.go.id)
Menag Lukman Hakim memberi arahan dan membuka Mudzakarah Zakat Nasional 2018 (Foto: kemenag.go.id)
Red: Agus Yulianto |
Pentasarupan seluruh penghimpunan dana zakat akan disampaikan kepada Baznas dan LAZ.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah tidak akan menggunakan satu rupiah pun dana zakat, apalagi untuk tujuan politis. Penegasan ini menjawab adanya isu krusial dan mengapung ke permukaan bahwa rencana kebijakan penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) itu, karena dananya akan digunakan pemerintah untuk tujuan politisasi dalam menyambut tahun poltik 2018 dan 2019.



Hal itu ditegaskan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan pada Mudzakarah Zakat Nasional 2018 yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag bekerja sama dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta. “Saya ingin klarifikasi, ini sama sekali tidak benar. Pemerintah sama sekali tidak akan menggunakan satu rupiah pun dana zakat tersebut.  Karena pentasarupan seluruh penghimpunan dana zakat akan disampaikan kepada Baznas dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) yang ada. Dua institusi inilah yang akan mendistribusikan penghimpuanan dana zakat,” katanya, Jumat (9/3).

“Pemerintah sama sekali tidak dalam poisisi melakukan itu. Jadi, kekhwatiran dana zakat akan dimanfaatkan untuk tujuan politis tidak benar. Mudah-mudahan niat baik kita dapat diimplementasikan agar kehidupan umat lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya lagi.

Dikatakan Lukman, Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam sangat menunggu rumusan yang akan dihasilkan dalam Mudzakarah Zakat Nasional 2018. Menag berharap, rumusan tersebut dapat dikukuhkan dalam forum Ijtimak Komisi Fatwa Ulama yang akan digelar di NTB dalam waktu dekat sehinga tidak ada kesimpangsiuran di kalangan umat.

Mudzakarah Zakat Nasional 2018 yang akan digelar selama dua hari ini dihadiri peserta yang berasal dari berbagai ormas Islam, Baznas, LAZ, alim ulama dan tokoh agama, MUI, dan jajaran Ditjen Bimas Islam.

Tampak hadir dalam pembukaan Mudzakarah Zakat Nasional 2018 ini, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fattah, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kemenag Janedjri, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, dan Sesmen Khoirul Huda

Baznas Sultra Ajak Umat Islam Berzakat Melalui Amil

diposting pada tanggal 4 Mar 2018 06.11 oleh Baznas Batam

Baznas Sultra Ajak Umat Islam Berzakat Melalui Amil



Melalui Amil, penerimaan zakat bisa lebih maksimal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengajak masyarakat di daerah itu untuk membayarkan zakat melalui amil atau pihak yang bertindak mengumpulkan zakat.

"Dalam setiap kesempatan kami sampaikan agar warga yang ingin berzakat untuk menyalurkan melalui amil sesuai dengan syariah," kata Ketua Baznas Sultra, Hasby Saing, di Kendari, belum lama ini.

Ia mengatakan, kalau masyarakat membayar zakat melalui amil, maka penerimaan zakat bisa lebih maksimal dan penyalurannya juga lebih terukur, tidak hanya sebagai santunan tetapi juga bisa untuk pemberdayaan.

"Potensi zakat kita besar, masalahnya masih banyak warga Sultra yang enggan membayar zakat ke amil, dan memilih membayar zakat langsung kepada penerima zakat atau Mustahiq," katanya.

Disebutkan, zakat yang dikumpulkan oleh lembaga yang dipimpinnya itu adalah zakat mal atau zakat harta. Sedangkat zakat fitrah katanya, diserahkan langsung oleh pengelolaannya melalui masjid namun di bawah koordinasi Baznas daerah.

Menurut dia, pembayaran zakat harta saat ini di Sultra masih didominasi kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga masih terbatas yang bisa terkumpul. "Pada 2017 zakat harta yang terkumpul di Baznas sebanyak Rp1 miliar. Semog tahun ini bisa melebihi dari tahun sebelumnya," ujarnya.

Ini Alasan Pemerintah Pungut Langsung Zakat Gaji PNS Muslim

diposting pada tanggal 7 Feb 2018 22.09 oleh Baznas Batam   [ diperbarui7 Feb 2018 22.12 ]

Republika/Da'an Yahya

Ilustrasi Zakat dikelola Pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Keinginan pemerintah untuk memungut zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) Muslim tak bisa dibendung lagi. Kementerian Agama sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mengatur pungutan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji ASN Muslim.

Ada sejumlah alasan yang menguatkan keinginan pemerintah untuk memotong langsung zakat penghasilan itu dari rekening ASN. Berikut alasan-alasan itu yang dirangkum Republika.co.id dari berbagai sumber pemerintah.

Pungutan zakat bukan hal baru

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pungutan zakat yang berasal dari gaji ASN Muslim bukan hal yang baru diterapkan. Ia mengatakan pemerintah daerah sudah lebih dahulu menerapkan aturan ini.

"Sebenarnya ini bukan barang baru, jadi ada pemerintah provinsi dan pemerintah kota sudah menerapkan ini kepada ASN di daerah. Beberapa kementerian dan lembaga juga sudah menerapkan," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu (7/2).

Menurutnya, pungutan zakat ASN Muslim sudah tertera dalam UU No 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Lalu turunan PP 14 Tahun 2014 tentang pelaksaan zakat, Inpres 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian dan Lembaga Negara, Pemda, BUMN/D dan terakhir Permenag 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah.

"Hanya selama ini kami nilai belum terintegrasi dalam sebuah sistem yang transparan dan terkelola dengan baik," ucap Menag.

Untuk itu, saat ini Kemenag sedang menyempurnakan mekanisme pungutan zakat ASN Muslim secara tepat. Pembicaraan proses mekanisme itu masih sebatas pembahasan internal Kemenag sekaligus berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga amil resmi lainnya. Ke depan, Menag juga akan menerapkan pungutan zakat bagi anggota TNI dan Polri serta komunitas lainnya.

photo
Kendaraan melintas di samping proyek infrastruktur transportasi massal kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Halim, Jakarta, Jumat (30/6).



Potensi zakat capai 10 triliun

Kementerian Agama memperkirakan potensi zakat dari ASN Muslim bisa mencapai Rp 10 triliun per tahun. Sementara, penerimaan zakat saat ini baru mencapai Rp 6 triliun dari potensi seluruh penerimaan zakat di negeri ini sebesar Rp 217 triliun.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dana zakat yang berasal dari gaji ASN Muslim akan disalurkan untuk kemashalatan masyarakat, baik di bidang sosial, pendidikan, kesehatan hingga bencana alam. Terpenting, dana itu tidak sebatas kepentingan umat Muslim saja.

"Bisa dunia pendidikan, membangun pondok pesantren, sekolah, madrasah, memberikan beasiswa. Untuk kegiatan sosial, membangun perekonomian masyarakat, untuk rumah sakit, kesehatan termasuk untuk mereka mengalami musibah misal banjir, gempa bumi yang memerlukan dana," ujar Lukman memaparkan.

Bahkan, ada kemungkinan dana zakat tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Hal tersebut bergantung dari lembaga amil dalam menerjemahkan dana kemaslahatan masyarakat .

"Kami bisa menjelaskan bahwa mereka menggunakan dana zakat untuk kemaslahatan masyarakat secara umum dan luas. Ada juga dana pendayagunaan ekonomi masyarakat produktif. Intinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

photo
Kemiskinan, ilustrasi



Bantu pengentasan kemiskinan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, zakat merupakan instrumen dana sosial keagamaan yang dapat digunakan untuk pengentasan kemiskinan. Berbeda dengan Menag, Bambang menampik pemanfaatan zakat untuk membiayai proyek infrastruktur.

"Kalau zakat itu bukan untuk bangun infratruktur tapi untuk membantu pengentasan kemiskinan," ujar Bambang di Jakarta, Rabu (7/2).

Pernyataan Bambang merupakan respons atas rencana pemungutan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Islam. Bambang mengaku, kebijakan tersebut perlu disempurnakan sehingga tidak menciptakan pertentangan. "Tentu itu butuh kesepakatan, antara pemotongan langsung atau sifatnya sukarela," ujar Bambang.

Sebelumnya, Bambang mengaku tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan lembaga filantropi yang menghimpun dana zakat. Bappenas sebagai koordinator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) akan melibatkan lembaga filantropi untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan tersebut. 

Dengan keterlibatan filantropi, Bambang berharap dapat ikut mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. "Ini bisa kita pakai sekaligus untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Itu strategi yang kita lakukan sekarang," ujar Bambang.

Per September 2017, Badan Pusat Statistik melaporkan ada sekitar 26,58 juta penduduk miskin di Indonesia. 

photo
Zakat, ilustrasi


Perlu diatur detail

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai Pemerintah harus menata mekanisme terkait rencana pungutan zakat bagi ASN Muslim. Lembaga yang ditugasi memungut dan mengelola zakat ASN Muslim juga perlu diatur.

"Zakat itu di satu sisi kesadaran fardhu, keharusan. Cuma harus diatur bagaimana mekanismenya jangan sampai ini menjadi digeneralisir," ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (6/2).

Ia juga menilai perlu ada satu pandangan antarlembaga terkait pengelolaan dana zakat. Jangan sampai dana zakat menjadi persoalan. Sebab, jika itu diberlakukan saat ini, masih ada kompleksitas terkait zakat.

"Kita mau infak atau mau zakat 2,5 persen kalau orangnya sudah berzakat di tempat lain bagaimana. Ini juga perlu diatur. Dia mungkin ada kebiasaan yang dilakukan tanpa harus ada perintah menteri dia sudah ada kesadaran pajak untuk zakat, pajak akherat itu kan zakat. Tapi kemudian kalau ditambah lagi dipotong gaji ini kan jadi overlapping banyak hal," kata Taufik.

Ini juga kata Wakil Ketua Umum PAN itu menilai perlu diatur lebih perinci terkait pungutan zakat tersebut. Hal itu juga yang ia harapkan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden tentang pungutan zakat ASN Muslim.

Pengutip: HJ

BAZNAS Buat Forum Fundraising Indonesia

diposting pada tanggal 27 Jan 2018 15.12 oleh Baznas Batam

BAZNAS Buat Forum Fundraising Indonesia



Forum tersebut dibuat khusus untuk para pegiat fundraising di berbagai lembaga zakat

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama lembaga-lembaga zakat lainnya sedang membuat Forum Fundraising Indonesia. Forum tersebut dibuat khusus untuk para pegiat fundraising (penggalang dana) di berbagai lembaga zakat. Salah satu tujuannya untuk mendorong kemajuan lembaga-lembaga zakat.

"Kita akan melahirkan Forum Fundraising Indonesia, nantinya ada kegiatan forum yang rutin untuk menguatkan fundraisingdi masing-masing lembaga zakat," kata Deputi Baznas, Arifin Purwakananta kepada Republika di Kantor Baznas, Jumat (26/1).

Arifin mengatakan, Forum Fundraising Indonesia akan menjadi payung bagi profesi fundraising. Sebab, selama ini fundraisingbelum menjadi profesi. Fundraising hanya menjadi pekerjaan para relawan saja, karena pekerjaan fundraising tidak banyak diminati.

Ia menerangkan, fundraising belum menjadi pilihan masyarakat untuk berprofesi. Maka dengan adanya Forum Fundraising Indonesia, Baznas ingin mendorong fundraising menjadi salah satu profesi yang menarik bagi anak-anak muda Indonesia yang pandai dan Islami.

"Dengan majunya profesi fundraising, tentu pengumpulan zakat dari lembaga-lembaga akan menguat, ujungnya akan bisa menguatkan gerakan zakat Indonesia," ujarnya.

Arifin juga menyampaikan, kalau fundraising sudah menjadi profesi. Maka orang yang bekerja sebagai fundraising harus punya kualifikasi, berkualitas dan mengikuti training. Mereka juga bisa membuat forum profesi, seperti profesi-profesi lainnya.

Lembaga Amil Zakat Infaq dan shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan NU Care - Lembaga Amil Zakat Infaq dan shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) menyambut baik gagasan membuat Forum Fundraising Indonesia. Sebab, saat ini pekerjaan menjadi fundraising sangat jarang diminati. Oleh karena itu Lazismu dan NU Care-Lazisnu menilai fundraising perlu menjadi sebuah profesi.

Baznas Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Suku Asmat

diposting pada tanggal 24 Jan 2018 04.54 oleh Baznas Batam

Baznas Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Suku Asmat
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)

Baznas juga akan membuat jaringan Kader Sehat Papua.

Reporter : Muhammad Ilman Nafi

Dream - Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan gizi buruk sedang melanda Suku Asmat di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Papua. Untuk membantu Suku Asmat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan mengirim tim medis dan logistik.

Dalam bantuan ini, Baznas mengucurkan uang sebesar Rp1 miliar selama enam bulan pertama.

" Baznas malam ini akan mengirimkan tim perintis kemerdekaan Asmat selama dua pekan, dilanjutkan tim yang menetap selama enam bulan," kata Pimpinan Crisis Center Baznas Meizi Fachrizal Achmad di Kantornya, Jakarta, Kamis, 18 Januari 2018.

Dia menuturkan untuk tahap awal tim Baznas akan memetakan apa yang dibutuhkan pada warga di sana. " Tim medis akan sosialisasi, mendeteksi dini, gejala campak seperti apa," ucap dia.

Guna memudahkan pemberian bantuan, Baznas juga berkoordinasi dengan mitra lokal. Termasuk kepala suku yang ada di wilayah tersebut agar distribusinya bisa merata.

" Agar tidak tumpang tindih kami bekerja sama dengan tim lain," ucap dia.

Untuk tahap lanjutan, kata dia, Baznas akan membangun jaringan Kader Sehat Papua yang terdiri dari warga lokal. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui pengetahuan untuk menjaga kesehatannya. (ism) 

Baznas kirim tim kemanusiaan KLB campak-gizi buruk Asmat

diposting pada tanggal 24 Jan 2018 04.50 oleh Baznas Batam

Baznas kirim tim kemanusiaan KLB campak-gizi buruk Asmat

Baznas kirim tim kemanusiaan KLB campak-gizi buruk Asmat
(ki-ka) Kepala Badan Tanggap Bencana BAZNAS Ahmad Fikri, Anggota BAZNAS Nana Mintarti, Direktur Pendistribusian Mohd Nasir Tajang dan Kepala RSBI Meizi Fachrizal Achmad dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (18/1/2018), terkait pengiriman tenaga medis dan logistik untuk turut mengatasi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan gizi buruk suku Asmat di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Papua. (ANTARA/Anom Prihantoro)
Jakarta (ANTARA News) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengirim tim medis berikut logistik untuk membantu mengatasi kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga, dan Kota Agats, Papua.

"Baznas malam ini akan mengirimkan tim perintis di Asmat selama dua pekan, dilanjutkan tim lanjutan yang menetap selama enam bulan," kata Pimpinan Crisis Center Baznas Meizi Fachrizal Achmad dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pada tahap awal tim yang terdiri dari dua tenaga medis dan dua personel tim kemanusiaan akan melakukan survei dan memetakan kebutuhan. 

Kemudian, secara bertahap anggota tim akan ditambah untuk mengisi 10 pos kesehatan guna mengatasi KLB campak dan gizi buruk Asmat.

"Memetakan gizi buruk dan campak, mencari akses dan sebagainya. Tim medis akan sosialisasi, mendeteksi dini, gejala campak seperti apa," kata dia.

Dalam memberi bantuan, kata dia, Baznas berupaya menggandeng mitra lokal dan tetap menyesuaikan diri dengan kerarifan lokal. Misalnya, menggandeng kepala adat agar bisa membantu warga Asmat yang membutuhkan.

Dia mengatakan tim dari Baznas berkoordinasi dengan lembaga pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya sehingga tidak terjadi tumpang tindih kinerja.

"Agar tidak tumpang tindih kami bekerja sama dengan tim lain. Di sana permukiman Asmat menyebar, maka kita cari yang belum mendapat bantuan, agar merata," kata dia.

Untuk jangka panjang, kata dia, Baznas membentuk jaringan Kader Sehat Papua yang terdiri dari warga lokal. Dengan begitu, warga setempat secara jangka panjang dapat mandiri untuk kebutuhan kesehatan mereka sendiri.

Tenaga medis dan logistik BAZNAS yang akan diutus ke Kabupaten Asmat untuk turut menangani kasus luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di wilayah tersebut. (ANTARA/Anom Prihantoro)
Anggota Baznas Nana Mintarti mengatakan program dari Baznas tersebut memiliki target memperbaiki kesehatan warga Asmat dalam jangka panjang.

Di tahap awal, kata dia, tim berupaya untuk menekan KLB terlebih dahulu.

Menurut dia, 10 pos kesehatan yang dirintis Baznas untuk warga Asmat terdiri dari satu pos induk dan sembilan pos keliling yang bisa menjangkau berbagai lokasi dengan cepat. 

"Tim dokter dan paramedis berupaya melakukan recoverykesehatan di sana dengan membangun pos untuk enam bulan seperti Posyandu," katanya.

Kader kesehatan lokal yang dididik Baznas, kata dia, agar nantinya dapat ikut mencegah kejadian serupa. Dengan begitu, upaya deteksi dini terhadap penyakit dan KLB dapat dilakukan cepat, termasuk untuk penanganannya. 

Jika KLB itu sudah ditangani, lanjut dia, Baznas akan berupaya membangun lumbung pangan bagi warga Asmat sehingga warga bisa mengakses makanan bergizi dan seimbang.

Dalam upaya itu, dia mengatakan Baznas mengucurkan dana Rp1 miliar selama enam bulan pertama. Meski dana itu tergolong besar tetapi untuk jangka panjang tidak akan mencukupi untuk membangun kesehatan bagi warga Asmat.

Maka dari itu, Nana mengatakan Baznas membuka diri bagi masyarakat yang ingin mendonasikan bantuan untuk penanganan KLB Asmat dan pembangunan kesehatan yang lebih baik. 

Editor : Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARANEWS 2018

Ini Program Baznas di Bidang Pendidikan pada 2018

diposting pada tanggal 11 Jan 2018 06.31 oleh Baznas Batam

Ini Program Baznas di Bidang Pendidikan pada 2018


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya fokus di bidang sosial, kesehatan, dan dakwah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga fokus pada bidang pendidikan. Setelah sukses menyelenggarakan berbagai program di bidang pendidikan pada 2017, Baznas juga memiliki sejumlah program yang akan dilakukan pada 2018.

Anggota Baznas, Nana Mintarti, mengatakan tahun ini Baznas akan memberikan beasiswa ataupun dukungan akses pendidikan bagi siswa different ability (difabel). Menurutnya, beasiswa itu tidak hanya berupa pendidikan formal. Namun juga dalam bentuk bantuan keagamaan lainnya. Seperti yang telah dilakukan Baznas pada 2017, Baznas juga memberikan bantuan Alquran dan kursus tahfiz Alquran bagi difabel.
 
Untuk 2018, ia mengatakan Baznas kemungkinan hanya menyediakan bantuan berupa beasiswa bagi difabel. Sebab untuk menyediakan sekolah, diperlukan persiapan dan bangunan fisik khusus.
 
"Namun tidak menutup kemungkinan Baznas ke depan bisa bersinergi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam mengembangkan sekolah khsusus disabilitas. Dana wakaf diperbolehkan dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan. Namun penyaluran zakat hanya diperuntukkan untuk dana operasional," kata Nana, dalam acara diskusi bertajuk "Kilas Kinerja Pendidikan Baznas Tahun 2017" yang digelar di kantorRepublika.co.id, Kamis (11/1).
 
Di sekolah yang didirikan Baznas, yakni SMP Insan Cendekia, tahun ini mereka akan menerima siswa difabel. Namun, ia mengatakan penerimaan tersebut tidak dalam jumlah yang banyak dan hanya bagi difabel yang masih bisa teratasi oleh sarana yang ada di sekolah. Hal itu karena keterbatasan pada sarana dan prasarana yang ada di sekolah Cendekia Baznas.
 
Selanjutnya, tahun ini Baznas juga akan memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan ke masyarakat yang terpencil atau komunitas adat. Misalnya, dalam bentuk pengiriman guru ke wilayah sana. Terkait hal ini, Nana mengatakan Baznas akan bersinergi dan bekerja sama dengan kelompok yang bergerak di wilayah terpencil.
 
Selain itu, Baznas akan melanjutkan program untuk memberikan pendidikan bagi kader ulama. Di samping, memberikan beasiswa bagi kader ulama. Dalam hal ini, ia mengatakan Baznas ingin meningkatkan kapasitas para ulama di Tanah Air. Nana menjelaskan, penyaluran bantuan pendidikan Baznas memiliki dua pola, yaitu disalurkan langsung dan bermitra dengan lembaga lain.
 
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Nana mengatakan Baznas mencoba strategi yang baru tahun ini. Kini Baznas tidak hanya menekankan pada kuantitas atau jumlah penerima manfaat zakat. Namun, juga pada kualitas atau hasil yang dicapai dari pemberdayaan zakat tersebut. Ia mengatakan Baznas tahun ini akan fokus pada capaian dan tolak ukur hasil dari pemanfaatan zakat tersebut.
 
"Baznas hari ini tidak hanya asal masif dan bagi-bagi uang, tapi kita berorientasi pada kualitas dan pada output danoutcome. Kita melihat dari program yang kita lakukan kemarin itu sifatnya sangat masif, tetapi capaian dari sisi output itu jadi agak bias," ujar Nana.

1-10 of 73