Berita‎ > ‎

Gempa Aceh, Bantuan Masyarakat Mengalir Melalui Baznas

diposting pada tanggal 7 Des 2016 13.37 oleh Baznas Batam
Antara/Irwansyah Putra
Sejumlah korban gempa dirawat di dalam tenda darurat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli, Pidie, Aceh, Rabu (7/12).
Sejumlah korban gempa dirawat di dalam tenda darurat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli, Pidie, Aceh, Rabu (7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa bumi yang melanda Aceh menggerakkan hati masyarakat untuk membantu. Melalui dompet kemanusiaan yang digalang Baznas, masyarakat mengulurkan tangan membantu sesama yang sedang terkena musibah. 

Sejak dibuka pagi tadi, Baznas berhasil menghimpun sejumlah dana, bahan-bahan makanan, dan bantuan lain dari masyarakat. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan melalui Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan tim medis dari Rumah Sehat Baznas yang telah berangkat ke daerah paling parah terdampak gempa, di Pidie. 

Di lokasi musibah Baznas bergabung dengan tim rescue dan tim medis yang sudah terjun di lokasi. Tim akan mendirikan dapur umum di kawasan pengungsian untuk menjamin tersedianya makanan untuk para korban.

"Masyarakat yang terdampak gempa saat ini membutuhkan tenda-tenda pengungsian, makanan, dan obat-obatan," kata Direktur Amil Zakat Nasional, Arifin Purwakananta dalam keterangannya kepadaRepublika.co.id, Rabu (7/12). 

Dia mengatakan, bantuan tahap pertama sudah dikirimkan ke lokasi musibah. Yaitu bantuan medis dan peralatan evakuasi. "Kami masih tetap membuka dompet kemanusiaan dan segera menyalurkan pada korban," kata Arifin.

Direktur BTB Ahmad Fikri mengatakan, Tim BTB yang terjun ke lokasi berasal dari berbagai daerah sudah melakukan tindakan darurat di daerah bencana.

Gempa bumi 6,5 SR Melanda Aceh Rabu pagi, dirasakan Kuat di Pidie Jaya. Hasil analisis BMKG menunjukkan, bahwa gempabumi terjadi pukul 05. 03.36 WIB dengan kekuatan M=6,5. Pusat gempabumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km. Gempa tidak memicu tsunami.

Hasil analisis peta tingkat guncangan dari BMKG menunjukkan, bahwa dampak gempabumi berupa guncangan kuat terjadi di daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh pada skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI). Seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.

Red: Agus Yulianto
Comments