BULETIN‎ > ‎

MUHASABAH, LANGKAH MENGGAPAI SUKSES

diposting pada tanggal 24 Des 2017 10.04 oleh Baznas Batam

MUHASABAH, LANGKAH MENGGAPAI SUKSES
Oleh: Drs. Hamzah Johan ( Waka I Baznas Kota Batam)


A.Pendahuluan
1.Pengertian Muhasabah
Muhasabah berasal dari akar kata hasiba – yahsabu - hisab. Pada kamus al-Ma’any ‘Araby Indunisy, secara etimologis makna Muhasabah adalah : “laporan, pembukuan, perhitungan, akuntansi”, pada kamus KBBI diterjemahkan menjadi “Introspeksi”. Dalam terminologi syar’i, definisi muhasabah adalah “Suatu upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya untuk menjadika diri lebih baik” . 
2.Pengertian Sukses
Dalam kamus KBBI secara etimologis “Sukses” diartikan “Berhasil, beruntung”, sedangkan dalam konsep Islam  makna sukses adalah mencapai “Kebahagiaan di dunia dan diakhirat”. Jadi orang yang sukses itu adalah orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

B.Dalil-dalil Muhasabah

1. “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.” (QS. Al-Isra’:12)
2. “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan .” (QS: Yunus:5)
3. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS.al-Hasyr:18). 
4. “Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya dan berangan angan kepada Allah."...Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Al Khottob dia berkata: hisablah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk hari semua dihadapkan (kepada Rabb Yang Maha Agung), hisab (perhitungan) akan ringan pada hari kiamat bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia.."(Sunan at-Tirmdzi, HN:2383).

Kedua ayat tersebut diatas (QS. Al-Isra’:12 dan Yunus:5) cenderung kepada  makna muhasabah waktu, yakni menjadikan perubahan siang dan malam, pergerakan matahari dan bulan sebagai tanda waktu perhitungan tahun sekaligus mengingatkan umur yang semakin bertambah sebagai evaluasi hidup begitu cepat menuju titik terakhir di dunia yang disebut dengan kematian yang semakin dekat. Sedangkan QS. Al-Hasyr ayat 18 dan Hadits pada Sunan at-Tirmdzi, HN:2383 tsb , cenderung kepada makna muhasabah selain aspek waktu, seperti aspek 'aqidah, ibadah, mua'amah, akhkaq dsb.

C.MANFAAT MUHASABAH 

Ada beberapa manfaat muhasabah:

1.MENGETAHUI ‘AIB DAN KEKURANGAN DIRI 
Dengan bermuhasabah diri, maka setiap muslim akan bisa mengetahui akan aib serta kekurangan dirinya sendiri, baik itu dalam hal amalan ibadah maupun kegiatan kemanusiaan. Sehingga dengan demikian akan bisa memperbaiki kekurangan dirinya tersebut.

2.MENINGKATKAN  IBADAH DAN MEMPERBAIKI DIRI 
Dalam hal ibadah, dengan muhasabah, kita akan semakin tahu akan hak kewajiban kita sebagai seorang hamba Allah dan terus memperbaiki diri. Dan dengan mengetahui hakikat ibadah bahwasannya manfaat ibadah adalah demi kepentingan diri kita sendiri, bukan demi kepentingan Allah Ta'ala. Dengan evaluasi dan koreksi seperti itu mencambuk semangat kita memperbaiki diri dan beribadah dengan sungguh-sungguh.

3.MENGETAHUI PERTANGUNGJAWABAN DIRI 
Dengan muhasabah manusia akan mengetahui perbuatan-perbuatannya yang selama ini dia lakukan, dan ia akan tahu bahwa Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu yang ia kerjakan, baik itu kecil maupun besar , zhohir maupun bathin semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

4.MENGETAHUI PENGENDALIAN HAWA NAFSU 
Mengetahui pengendalian hawa nafsu dan mewaspadainya. Dan senantiasa melaksanakan amal ibadah serta ketaatan dan menjauhi segala hal yang berbau kemaksiatan, agar menjadi ringan hisab di hari akhirat kelak.

5.MENUMBUHKAN KECINTAAN KEPADA ALLAH DAN KETENANGAN JIWA 
Ketika seseorang mengetahui ‘aib dirinya, pertanggunganjawaban dirinya kepada Allah kemudian dia bertaubat dan meningkatkan amal shaleh maka itu tanda kecintaannya kepada Allah yang pada gilirannya akan membawa ketenangan dalam jiwanya.

6.MENUMBUHKAN PENGHARGAAN TERHADAP WAKTU

Jika selama ini seseorang dengan waktunya dilalaikan oleh judi, permainan, dan perbuatan sia-sia lainnya, maka dengan bermuhasabah waktu itu akan menjadi sangat berharga.

D.CARA BERMUHASABAH

  Ada beberapa langkah bermuhasabah :

1.MENGINGAT-INGAT DOSA-DOSA TERDAHULU 
"Cukuplah seseorang dianggap berilmu jika ia takut kepada Allah, dan cukuplah seseorang dianggap bodoh jika ia bangga dengan ilmunya, perawi berkata: Masruq berkata: 'Hendaknya seseorang memiliki tempat khusus yang ia pergunakan untuk menyendiri dan mengingat dosanya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah' ".(Sunan Darimi HN: 316).

2.MENGINGAT-INGAT KEMATIAN
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surat Al-Jumu'ah, Ayat 8).
“Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sampai di Madinah, Abu Bakar dan Bilal menderita sakit demam. Dan Abu Bakar bila merasakan demam yang panas bersya'ir; Setiap orang pada pagi hari bersantai dengan keluarganya. Padahal kematian lebih dekat dari pada tali sandalnya.(HR. Bukhari HN:1756)

3.MENGINGAT-INGAT NI’MAT ALLAH 
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah:152)

4.MENGINGAT-INGAN PEMBERIAN ORANG LAIN DAN MENDO’AKAN MEREKA
“Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Humaid dari Anas berkata, para sahabat Muhajirin berkata, wahai rasulullah, kami tidak pernah melihat suatu kaum seperti yang kita datangi ini, mereka sangat istimewa pertolongannya dikala harta kita minim, dan sangat luar biasa pengorbanannya dikala harta kita banyak, mereka mencukupi kebutuhan kami dan mengikutsertakan kami saat mereka senang, sehingga kami menyangka bahwa mereka akan memborong semua pahala. (rasulullah Shallallu'alaihi wasallam) menjawab, "Tidak, selama kalian berterima kasih kepada mereka dan berdoa kepada Allah 'azza wajalla untuk mereka". (Musnad Ahmad HN:12602)

5.BERTAUBAT DAN BERAMAL SHALEH
"kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Surat Al-Baqarah, Ayat 160) “kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,” (QS. Maryam:60).

E.KESIMPULAN

1.Bermuhasabah itu adalah mengevaluasi diri, terkait waktu, aqidah, ibadah, muamalah dan lain sebagainya.
2.Bermuhasabah itu melahirkan peningkatan capaian dari yang buruk kepada yang baik dan dari yang baik kepada yang lebih baik.
3.Bermuhasabah itu mendatangkan manfaat yang banyak, namun pada hakikatnya  kemanfaatan yang paling tinggi adalah kesuksesan (kebahagiaan). Jika benar-benar bermuhasabah maka kebahagian di dunia dan diakhirat akan tercapai. Dengan kata lain bahwa orang yang sukses itu adalah orang yang bahagia di dunia dan di akhirat dengan salah satu  jalannya adalah  bermuhasabah.

Comments